acuan para penemu

5 Penemu Muslim Ini Menjadi Acuan Para Penemu

acuan para penemu
acuan para penemu

Menurut pokermania88 begitu tidak sedikit teknologi dan pengembangannya terus muncul dalam kehidupan kita. Deretan nama penemu juga tak henti tidak jarang kali melekat dengan teknologi yang diciptakannya. Tapi tahukah kamu, bahwa prinsip-prinsip pemikiran atau juga keilmuan yang dipakai para penemu itu ternyata telah ada jauh sebelum semua penemu tersebut lahir. Pada zaman kejayaan khilafah Islam tidak sedikit ilmuwan yang mencetuskan ilmu dan dasar pemikiran yang sampai kini masih anda gunakan.

1. Ibnu Al-Haytham
Abu ‘Ali Al-Hasan bin Al-Haytham, ilmuwan banyak sekali menyebut dengan Ibnu Al-Haytham atau Ibnu Haytham atau pun Al-Hazen. Lahir di Basra, Iraq pada tahun 965 M, dikenal sebagai Polymath, yakni istilah yangdiserahkan kepada mereka yang menguasai sekian banyak bidang ilmu.

Ibnu Al-Haytham ialah Muslim unsur timur tengah yang mengejar kamera kesatu di dunia. Kata kamera yang dipakai saat ini berasal dari bahasa Arab, yaitu qamara. Dasar gagasan kamera sendiri dikembangkan sesudah ia mengejar bagaimana kinerja mata manusia. Pemikirannya masih digunakan hingga sekarang sebagai prinsip dasar pada kamera, proyektor, lensa, dan sebagainya.

2. Abbas bin Firnas
Jauh sebelum Orville dan Wilbur Wright bersaudara sukses menerbangkan pesawat pada tahun 1903, ilmuwan muslim sudah mengembangkan prinsip-prinsip penerbangan. Abbas Ibn Firnas, seorang matematikawan, astronom, fisikawan, dan berpengalaman penerbangan muslim dari abad ke-9,terdaftar sebagai insan kesatu yang mengembangkan perangkat penerbangan dan berhasil terbang.

Ibn Firnas sukses terbang memakai glider, perangkat terbang simpel yang dilengkapi sayap. Alat terbang Ibn Firnas memang masih sederhana. Namun, keberhasilan Ibn Firnas menguji dan menerbangkan perangkat buatannya pada tahun 852 memberi ilham kepada ilmuwan-ilmuwan barat guna mengembangkan pesawat.

3. Abu Al-Qasim Al-Zahrawi
Peletak dasar-dasar ilmu bedah canggih itu mempunyai nama Al-Zahrawi (936 M-1013 M). Orang barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawiialah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya tidak sedikit diadopsi semua dokter di dunia barat. Al-Zahrawi meninggalkan suatu ‘harta karun’ yang tak ternilai harganyauntuk ilmu kedokteran yaitu berupa buku Al-Tasrif li man ajaz an-il-talil—sebuah ensiklopedia kedokteran. Kitab yang dijadikan pelajaran sekolah kedokteran di Eropa tersebut terdiri dari 30 volume.

Dalam buku yang diwariskannya untuk peradaban dunia itu, Al-Zahrawi secara mendetail dan lugas mengupas mengenai ilmu bedah, orthopedic, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia pun mengupas mengenai kosmetika. Al-Zahrawi juga ternyata begitu berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika laksana deodorant, hand lotion, pewarna rambut yang berkembang sampai kini adalahhasil pengembangan dari karya Al-Zahrawi.

4. Mariam Al-Astrulabi
Mariam Al-Astrulabi, ia memiliki nama menyeluruh Mariam al-Ijliya al-Astrulabi. Ayahnya adalahpembuat Astrolabe terkenal, yakni sebuahperlengkapan rumit guna navigasi darat dan penunjuk waktu. Mariam al-Astrulabi menciptakan astrolab dengan kompleks, ia membuatnya laksana GPS.

Dengan perangkat tersebut, saya dan anda bisa menilai arah kiblat yang benar, menolong dalam navigasi, ketepatan masa-masa dan astronomi. Eropamemakai astrolab ini hingga abad 18. Dengan astrolab, Eropa terbantu dalam penemuan geografis di renaisans tersebut. Dalam sejarah astronomi, astronomi Islam atau astronomi Arab mengacu pada pertumbuhan astronomi yang diciptakan di dunia Islam, terutama selama Masa Keemasan Islam (antara 8-15 abad), dan mayoritas ditulis dalam bahasa Arab.

Perkembangan ini mayoritas terjadi di Timur Tengah, Asia Tengah, Al-Andalus, Afrika Utara, di Timur Jauh dan di India. Astronomi Islam lantas mempunyai pengaruh yang signifikan pada astronomi India, Bizantium dan Eropa (lihat terjemahan Latin dari abad ke-12) serta astronomi Cina dan astronomi Mali. Hal ini pun sejalan dengan penemuan astrolabe dalam dunia Islam, dimana astrolab diperkenalkan kesatu kali ke dunia Islam selama pertengahan abad kedelapan. Astrolabe sepenuhnya dikembangkan sekitar abad-abad mula Islam.

Astrolab adalahpenemuan yang dihargai dalam Islam, sebab kemampuannyaguna menilai masa-masa shalat didefinisikan astronomis dan ia jugadigunakan sebagai pertolongan dalam mengejar arah ke Mekkah (penentuan kiblat). Hal ini pun penting untuk disalin bahwa astrologi ialah elemenpaling tertanam dalam kebiasaan Islam mula dan astrologi ialah salah satu prinsip dari pemakaian astrolabe.

5. Al-Jazari
Al Jazari ialah seorang ilmuwan Muslim penemu kesatu konsep Robotika Modern. Ia mengembangkan prinsip hidrolik guna menggerakkan mesin yanglantas pada zaman ini dikenal sebagai mesin robot.

Pada 1206 ia merampungkan suatu karya dalam format buku yang sehubungan dengan dunia teknik. Ia mendokumentasikan lebih dari 50 karya temuannya,menyeluruh dengan rincian gambar-gambarnya dalam buku, “al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices).

Bukunya ini berisi mengenai teori dan praktik mekanik. Karyanya ini sangat bertolak belakang dengan karya ilmuwan lainnya, sebab dengan piawainya Al-Jazari membeberkan secara detail urusan yang berhubungan dengan mekanika dan adalahkontribusi yang paling berharga dalam sejarah teknik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *